Selasa, 16 Mei 2017

Beasiswa Yayasan Ringankan Beban Orang Tua [Inspirasi]

Beasiswa Yayasan Ringankan Beban Orang Tua

Oleh: Chika Anindya

Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan beasiswa? Pasti semua orang menginginkannya. Tidak dapat di pungkiri jika saat ini sangat banyak beasiswa di dunia pendidikan yang akan membantu biaya kawan-kawan. Di sini saya akan ceritakan sedikit pengalaman saya mendapatkan beasiswa yayasan dari SMA tempat saya menempuh pendidikan kala itu.


Setelah lulus dari bangku SMP, nilai  yang saya peroleh sebenarnya cukup bagus. Rata-ratanya adalah 8 lebih. Tapi saat itu juga saya merasa sedih, sebab banyak sekali teman-teman lain yang nilainya jauh di atas saya. Tentu saja saya berpikir jika persaingan masuk SMA favorit akan jauh lebih sulit. 

Dan kenyataannya benar, saya antre untuk mendaftar dari satu SMA ke SMA lain. Saya masih berharap lolos seleksi dan diterima di salah satu SMA Negeri. Setiap hari saya memantau peringkat saya di web-web SMA tempat saya mendaftar. Hari demi hari peringkat saya terus turun tergusur oleh mereka yang memiliki nilai lebih tinggi.
 
Saya tidak bisa berbuat banyak. Yang saya lakukan adalah cabut berkas di SMA yang saya pilih pertama. Walau begitu,saya masih punya harapan di SMA pilihan kedua saya. Tapi lagi-lagi peringkat saya turun. Saya sangat takut tidak dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA karena saya sudah gagal masuk ke SMA Negeri impian saya.
 
Dan pada akhirnya, seorang teman memberitahu saya ada pendaftaran SMA Swasta yang cukup bagus. Ia juga menyarankan saya segera mendaftar,mengingat batas pendaftaran akan segera berakhir. Tanpa pikir panjang saya langsung menuju ke SMA Swasta itu untuk mengambil formulir pendaftaran.
 
Awalnya saya merasa asing dengan SMA Swasta itu, maklum lokasinya lumayan jauh dari tempat tinggal dan saya belum pernah berpikir untuk sekolah di Swasta karena dikenal membutuhkan biaya yang mahal.
Setelah mendapat formulir, kemudian saya mengisi dengan lengkap.

Keesokan harinya, bersama ayah,saya kembali ke SMA Swasta itu. Di sana ayah saya melakukan negosiasi untuk biaya masuk ke sekolah itu. Dan yang saya tahu,biaya masuk SMA Swasta ditentukan dengan seberapa besar nilai yang kita miliki. Semakin sedikit nilai kita,maka akan semakin mahal biayanya.
 
Saya pun telah resmi menjadi salah satu siswa SMA Swasta tersebut. Minggu pertama, saya membutuhkan penyesuaian di sekolah swasta sampai akhirnya saya mulai terbiasa.

Beasiswa Yayasan Sekolah


Dan suatu saat, saya mengetahui ada beasiswa bagi siswa berprestasi yang diberikan oleh Yayasan. Saya pun bersemangat menempuh pendidikan di sana. Saya sadar biaya bulanan sekolah saya tidak murah dan saya ingin membantu orang tua.
 
Namun saya gagal mendapatkan beasiswa di tahun pertama. Banyak saingan berat di kelas sendiri juga di kelas lain. Tapi semangat untuk mendapatkan beasiswa itu belum hilang, saya yakin pasti ada jalannya. Beasiswa tersebut akan diberikan bagi juara kelas yang memiliki nilai tertinggi secara paralel atau paling tinggi diantara juara di kelas lain.
 
Naik kelas 11,saya memutuskan masuk ke jurusan IPS. Alasannya adalah karena saya lebih senang menghafal dan menulis daripada berhitung. Selain itu,saya akan berjuang mati-matian untuk mendapatkan beasiswa. Perjuangan yang saya lakukan adalah rajin mengerjakan tugas dari guru tepat waktu, berperilaku sopan, tidak pernah membolos kecuali ijin atau sakit, dan tentunya belajar sebelum ujian.
 
Impian saya pun terwujud. Di semester pertama kelas 11, nama saya dipanggil menjadi penerima beasiswa karena saya berhasil menjadi murid di peringkat pertama dari 3 kelas IPS yang ada. Saya sangat senang dan bangga.

Beasiswa dari Yayasan itu membuat saya tidak perlu membayar biaya bulanan sekolah selama satu semester. Dengan perjuangan, usaha, dan doa yang saya lakukan,saya berhasil kembali menerima beasiswa Yayasan yang kedua kali di kelas 11 semester dua dan kelas 12 semester satu.
 
Satu setengah tahun saya mendapatkan beasiswa Yayasan yang sangat meringankan beban orang tua saya. Saya berterimakasih kepada Yayasan dan SMA tempat saya sekolah karena sudah menyediakan beasiswa bagi murid yang berprestasi.
 
Disini saya percaya rencana indah yang disiapkan Tuhan untuk umat-Nya. Saya memang gagal masuk SMA Negeri favorit,tetapi di SMA Swasta yang awalnya asing, saya justru mendapatkan beasiswa. Saya sangat berterimakasih dan bersyukur kepada-Nya.
 
Demikianlah cerita pengalaman juara kelas dan penerima beasiswa semoga bisa memberikan motivasi dan inspirasi bagi pembaca agar selalu yakin dan percaya bahwa tidak ada yang tahu dengan rencana indah yang telah disiapkan Tuhan untuk setiap umat-Nya.  Selamat berjuang.

Baca Juga Artikel Cara Juara Lainnya;
  1. 23+ Cara Menjadi Juara Kelas [Lengkap dan Mudah]
  2. 23+ Cara Menjadi Juara Kelas [Lengkap dan Mudah]
  3. Berpikir Positif Mulai Sekarang [Inspirasi]
  4. Juara Olimpiade Fisika Sampai Menjadi Teater “Pernah Aku Alami” [Inspirasi]


EmoticonEmoticon