Jumat, 26 Mei 2017

Hasil Tidak Menghianati Usaha [Cerita Inspirasi dari Atlit Anggar]

Hasil Tidak Menghianati Usaha [Cerita Inspirasi dari Atlit Anggar]


Hai buat para pembaca website lomba yang tampan , cantik , setia , baik hati , dan tidak sombong . Aku mau menceritakan pengalamanku . Pengalaman yang sama sekali tidak pernah aku lupakan . Sebelumnya maaf ini hanya perkenalan seketika saja untuk artikelnya aku akan menulis di bawah ini .

Aku adalah seorang atlit anggar , untuk bisa juara dibutuhkan kerja keras dan usaha yang tidak pernah bisa dinilai atau dibeli dengan apapun . Banyak rintangan yang harus dihadapi , bersaing secara sehat adalah keputusanku di setiap pertandingan . Karena jika tidak bersaing secara sehat maka tidak akan mendapatkan hasil apa – apa yang terjadi malah kita akan mengalami kegagalan .

Kegagalan ada proses untuk menuju kesuksesan . Dan benar sekali jika kita tidak pernah gagal maka kita tidak akan pernah menuju kesuksesan . Kesuksesan dan keberhasilan akan datang jika kita bersungguh – sungguh dan berdoa kepada Sang Pencipta karena tanpa doa , usaha pun tidak akan pernah berhasil .

Aku membuat artikel ini dengan judul “Hasil Tidak Menghianati Usaha“ karena untuk bisa juara atau mendapatkan medali kita harus berlatih dengan giat dan yang paling utama adalah disiplin . Jika kita disiplin maka tanpa sengaja kita dapat menghargai waktu . Waktu adalah sesuatu yang berharga di dalam hidup kita oleh karena itu apapun yang terjadi kita harus mempergunakan waktu dengan sebaik mungkin dengan melakukan hal – hal yang positif .

Baca Juga: Program “BBM (Belajar Bersama Maestro)”, dan [5] Cara Lolosnya

Aku menjadi atlit anggar sudah 12 Tahun . Aku memulainya ketika aku masih duduk di bangku kelas 4 SD . Dulu aku tidak bisa apa – apa dan sama sekali tidak pernah pulang membawa medali . Ada rasa kecewa , marah , dan bosan karena tidak pernah juara . Tapi dengan latihan yang giat dan rajin aku percaya bahwa suatu hari aku pasti akan juara dan pulang membawa medali .

Di samping latihan yang giat dan rajin aku juga berdoa kepada Sang Pencipta agar di setiap pertandingan aku bisa juara . Karena ketika aku tidak juara maka , itu artinya aku juga menyakiti hati mama . Mama selalu ada ketika aku bertanding dimanapun .

Mama tidak pernah lelah untuk memberiku semangat . Buat aku mama adalah segalanya dan tidak ada satupun yang bisa untuk menggantikan mama di hatiku . Tahun demi tahun berlalu , saat itu aku sudah kelas 2 SMP pertandingan telah menantiku di depan sana tanpa berpikir panjang aku berlatih terus – menerus hingga saatnya waktu pertandingan telah tiba apa yang selama ini aku dapat di tempat latihan aku menuangkannya di saat aku bertanding , dan mama selalu ada di sampingku . Dengan doa dari mama dan aku berdoa kepada Sang Pencipta akhirnya aku pulang membawa medali , aku mendapatkan juara 3 .

Buat aku , mau juara berapapun yang penting pulang membawa medali karena secara tidak langsung aku sudah membuat mama senang seketika , tidak hanya medali yang aku dapat tapi piagam dan uang yang tidak dapat aku sebutkan . Usaha dan keberhasilanku tidak selesai sampai disitu saja karena tahap untuk menjadi atlit sesungguhnya adalah bisa mewakili Indonesia di pertandingan “Asean Games “ . Untuk bisa ke tahap itu aku harus menang di pertandingan tingkat Walikota , Kejurda , Kejurnas , dan baru bisa menjadi atlit yang membawa nama Indonesia untuk bertanding melawan Negara – Negara di Asia .

Tahap walikota adalah pertandingan yang diadakan se – Surabaya saja ketika menang maka aku akan berada di tahap Kejurda , dimana kejuaraan ini sudah tingkat Jawa Timur dan jika aku menang lagi maka aku akan ke tahap Kejurnas , dimana kejuaraan ini mewakili Jawa Timur untuk bertanding dengan  Provinsi – Provinsi lainnya seperti Jawa Tengah , Jawa Barat , Riau , dan lain – lain . Jika di tahap Kejurnas menang maka aku akan mewakili Indonesia . Tapi sayang seribu sayang sampai saat ini usaha dan keberhasilanku hanya sampai di tingkat Kejurnas .

Pada pertandingan kejurnas yang diadakan di Probolinggo aku mendapatkan juara 3 dan kejurnas yang diadakan di Jakarta aku berada di 8 besar saja karena pada saat itu aku kalah dengan atlit dari Kalimantan Timur . Pada intinya untuk bisa menjadi juara harus berlatih dengan sangat giat dan disiplin karena dengan disiplin menentukan kita untuk bisa juara dan mencapai hasil yang maksimal dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan karena kuasa dan mukjizat dari Tuhan tidak ada yang menandinginya .

Sekian cerita pengalaman dari saya tentang cara memenangkan suatu perlombaan jika ada kata – kata yang salah dan kurang berkenan di hati para pembaca , saya mohon maaf . Terimakasih. Adapun penulis dalam cerita inpirasi ini adalah Citra Agustine Putri Rumpaidus. Semoga bermanfaat, baca juga artikel lainnya;
  1. 8 Cara Juara Lomba Akademik dan Non Akademik [Lengkap]
  2. 7+ [Cara Juara] dengan Rumus “BEGAL TAKSI”
  3. 12 [Cara] Juara Lomba Menulis Cerpen, No 5 Penting!
  4. 9 [Cara Juara] Lomba Menulis Fiksi dan Non-Fiksi


EmoticonEmoticon