Rabu, 31 Mei 2017

Jangan Pikirkan Hadiah Saat Mengikuti [Lomba]

Ketika penulis menerima hadiah dari Menteri Pendidikan nasional atas prestasi
“Juara I Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2010” di Jakarta.


Jangan Pikirkan Hadiah



Berhasil memenangkan suatu lomba, kompetisi, kejuaraan, atau apapun namanya merupakan sebuah kebanggaan. Alangkah bahagianya ketika kita berhak menjawab “Aku dapat juara ke...” atas pertanyaan teman-teman setelah mengikuti suatu kompetisi. Tidak dapat diukur dengan materi, kesenangan yang muncul saat juri menyebutkan nama kita sebagai salah satu pemenang. Kepenatan badan dan rasa jenuh langsung sirna begitu ratusan pasang mata melongok ke arah kita karena disebutkan sebagai pemenang.

Untuk dapat mengantongi status juara, memang memerlukan perjuangan. Tidak mungkin prestasi diperoleh secara instan. Nyaris tidak ada penulis yang produk pertamanya langsung menjadi juara. Perjuangan di sini adalah kerja keras berlatih untuk mengasah keterampilan menulis. Kegiatan menulis tentu berkaitan erat dengan aktivitas membaca. Saat ini bahan bacaan sangat mudah diperoleh. Bacalah tulisan-tulisan yang relevan dengan topik yang akan ditulis. Semakin banyak membaca, sebelum dan selama proses berkarya, semakin mudah memperkaya isi (content) tulisan yang dibuat.

Baca Juga: 13 Cara Juara Lomba Bussiness Plan [Lengkap]

Selain membaca, tidak boleh malu bertanya kepada mereka yang lebih berpengalaman dalam bidang menulis. “Bertanya” merupakan model belajar yang paling sederhana, sebab apa yang ingin diketahui langsung mendapat jawabannya. Melontarkan suatu pertanyaan kepada teman sendiri tidaklah perlu modal. Oleh karena itu, siapapun memiliki peluang untuk bertanya. Perlu diingat, cari waktu yang tepat untuk bertanya dan lakukan dengan gaya santai atau tidak berkesan mendikte.

Aktivitas menulis tidak perlu menunggu waktu senggang, apalagi merencanakan menyusun karya tulis ketika hari libur. Kapan memiliki gagasan, saat itu langsung dituangkan. Untuk menuliskan gagasan itu tidak harus menyiapkan mesin ketik atau bingung mencari komputer. Jika fasilitas itu tidak tersedia di tempat kita berada saat itu, gagasan cukup ditulis pada secarik kertas. Tidak perlu secara detil, tulis saja ide-ide dasarnya saja dulu.

Mengapa kita harus menulis? Jika kita sebagai pemula, saat ini menulis untuk latihan agar nantinya menjadi penulis ternama. Agar tulisan selama latihan juga berpeluang terpublikasikan, buatlah tulisan untuk media massa. Dengan demikian, setiap menyelesaikan satu tulisan kirim ke media massa yang ada di daerah. Jangan ditunggu pemuatannya, buat terus tulisan yang lain. Kirim kembali ke media yang sama atau media lainnya. Jangan lupa membaca tulisan serupa yang dibuat orang lain dan telah dimuat oleh media tersebut untuk dijadikan perbandingan. Demikian pula untuk tujuan lomba, buku teks, dan sebagainya, semuanya perlu pengalaman awal.

Kegiatan menulis bukanlah paket pekerjaan bisnis. Aktivitas menuangkan pikiran ke dalam kata-kata verbal ini bukan sebagai upaya “kejar setoran”. Apalagi ditarget dengan standar penghasilan, tidaklah tepat. Menulis lebih condong pada sebuah proses kreatif, seperti kegiatan seni lainnya. Oleh karena itu, dalam melakukan aktivitas menulis tidak wajar kalau pikiran dibebani oleh hasil atau imbalan.

Menyusun karya tulis untuk lomba, tidak perlu memikirkan besar hadiah yang akan diterima. Kita harus sadar sepenuhnya bahwa semua pesaing ingin menjadi juara. Lebih baik kalau kita tidak melihat besaran hadiahnya. Anggap saja menulis ini untuk latihan dalam rangka mengasah keterampilan menulis. Jika sudah piawai dalam kegiatan menulis, maka rezeki akan mengikutinya. Bukan saja dari ajang lomba sebagai juara, tetapi juga akan mendapat tawaran sebagai pembicara, tawaran menulis buku, dan sebagainya.

Selamat mencoba. Demikianlah tulisan mengenai "Jangan Pikirkan Hadiah" yang ditulisn oleh I Gusti Agung Oka Yadnya dari SMP Negeri 6 Singaraja, Bali yang pernah menjadi Juara I Guru Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2010. Semoga menginspirasi ya.

Baca Juga Tulisan Lainnya;
  1. Juara Olimpiade Fisika Sampai Menjadi Teater “Pernah Aku Alami” [Inspirasi]
  2. Rumus Abadi Menulis [Inspirasi]
  3. 8 Cara [Juara] Lomba Debat Bahasa Indonesia, No 2 Penting!
  4. 9 Cara Menulis Karya Tulis Ilmiah Hingga Menjadi Juara [Lengkap]


EmoticonEmoticon