Sabtu, 20 Mei 2017

Pengalaman Mengikuti Lomba Pramuka Bahari Bagi “Aku” Anak Akselerasi

Pengalaman Mengikuti Lomba Pramuka Bahari

Bagi “Aku” Anak Akselerasi



Hai sahabat pembaca website lomba dimanapun berada, pada kesempatan kali ini aku bakalan berbagi cerita pengalamanku mengikuti Lomba Pramuka Bahari tingkat Provinsi di Bali. Waktu itu aku baru kelas sebelas. Keliatannya mungkin biasa aja ya, tapi kebayang nggak sih, kalian harus ikut lomba tapi di sisi lain kalian juga harus menyiapkan diri untuk Ujian Nasional. Nah kok ada persiapan Ujian Nasional? Itu dia sob, waktu itu aku juga ikut program akselerasi.


Perkenalan dulu ya, namaku Jony Agustina. Aku masuk SMA di tahun 2014. Di SMA-ku itu, sistemnya menggunakan SKS (Sistem Kredit Semester). Jadi hal itu memungkinkan bagi yang berkeinginan dan mampu dalam bidang akademik, bisa menempuh pendidikan SMA hanya dalam waktu dua tahun. Aku adalah salah satu dari tujuh siswa yang diberi kesempatan untuk mengikuti program ini.

Baca Juga:  Pengalaman, dan [2] Cara Juara Lomba Karya Tulis yang Paling Utama


Pengalaman Lomba Pramuka Bahari



Yang mau aku ceritain kali ini adalah pengalamanku ketika aku udah di kelas sebelas. sebagai anak yang ikut program akselerasi, aku dan enam siswa lainnya bisa dikatakan memiliki tingkat kesibukan di atas rata-rata.
Ketika siswa lain sudah pulang sekolah, kami harus belajar ekstra untuk mengejar materi agar tidak ketinggalan. Tidak jarang kami juga ikut belajar dengan kakak-kakak kelas dua belas.
 
Permasalahanku terjadi ketika ada pengumuman akan diadakan Lomba Pramuka Bahari. Sialnya lagi aku adalah salah satu anak pramuka yang ikut saka bahari. Di awal aku udah khawatir kalau ditunjuk mengikuti lomba itu. Dugaanku benar, aku ditunjuk sebagai ketua dari tim yang akan mewakili sekolahku.
 
Awalnya aku udah menolak, sampai-sampai semua teman pramukaku yang bakalan ikut lomba memohonn gitu. Waktu itu, bisa saja aku kukuh dengan pendirianku. Tapi setelah aku pertimbangkan aku sadar, aku tidak boleh egois.
 
Bahkan aku harus bangga, karena aku dipercaya sebagai ketua tim lomba ini walaupun di sisi lain aku bakalan ketinggalan beberapa pelajaran.
 
Suka dan duka kami lalui bersama, beruntunglah sekolah kami adalah sekolah berasrama, jadi kami bisa menyiapkan lombanya di malam hari saja. H-3 lomba adalah hari tersibuk kami.
 
Bahkan kami meminta izin dispensasi untuk menyiapkan lomba ini. Mulai dari menyiapkan peralatan, transportasi, hingga strategi lomba pramuka kami rencanakan sematang mungkin.
 
Aku sebagai ketua dari tim putra, memiliki tanggung jawab yang lebih dalam kegiatan ini. Semuanya harus aku cek kembali dan memastikan tidak ada yang terlewatkan.
 
Aku selalu mengingatkan kepada tim, kalau juara hanyalah hadiah dari kerja keras kita. Hal terpenting dari lomba ini adalah, kita bisa mengasah kemampuan yang kita miliki dan mempererat tali persaudaraan. Tapi dari dalam lubuk hati yang paling dalam, aku juga berambisi tinggi untuk bisa membanggakan almamater dan bisa menunjukkan yang terbaik.
 
Saat lomba, semuanya berjalan sesuai rencana. Mulai dari lomba tenda apung, memasak, kerajinan tangan, tarian bendera semaphore, hingga cerdas cermat pramuka kami bisa dibilang unggul.

Tapi, setelah diakumulasi kami harus berbangga hanya menjadi juara dua umum. Hal itu bukanlah masalah, kami sangat bersyukur dengan perolehan kami ini. Hal terpenting yang didapat dari lomba ini adalah kenangan yang kami lalui bersama.
 
Manfaat Mengikuti Lomba Bahari

Dari lomba ini, kami tahu pentingnnya kerjasama, cara memahami kepribadian teman, dan bersikap tidak egois. Bahkan dari lomba ini, kami mendapatkan banyak teman baru. Kami bisa saling berbagi pengalaman, mulai dari hal-hal  yang berhubungan dengan kepramukaan sampai percintaan wkwkwkwk...
 
Selesai lomba, tantangannku belum berakhir. Bahkan mungkin ini baru dimulai. Aku harus mengejar ketertinggalanku selama mengikuti lomba. Walapun berat, aku jalani dengan ikhlas. Aku yakin aku pasti bisa. Hal itu terbukti. Dengan semangat dan kerja keras aku bisa melewati setiap tantangan yang diberikan dan berhasil lulus di tahun 2016.
 
Ada sedikit kesedihan di hatiku, karena salah satu dari kami mengundurkan diri dari program akselerasi ini. Tapi aku yakin itu adalah pilihan yang tepat baginya. Aku yakin dia memiliki alasan yang kuat sehingga mengundurkan diri. Tapi tidak apa-apa. Aku dan kelima temanku sangat bahagia.
 
Ini adalah pencapaian yang sangat besar dalam hidup kami. Teman-teman seangkatan kami menyebut kami dengan nama HCMLA (Himpunan Calon Mahasiswa Lulusan Akselerasi).

Jadi manfaat yang bisa aku ambil setelah menjalani rintangan ini adalah kita harus mengerjakan sesuatu dengan ikhlas dan percaya kalau kita bisa. Jangan pernah merendahkan kemampuan yang ada pada diri kita.  Tuhan telah memiliki jalan terbaik untuk kita, asalkan kita selalu berusaha dan percaya kalau kita bisa.

Demikianlah sekelumit cerita mengenai Pengalaman Mengikuti Lomba Pramuka Bahari Bagi “Aku” Anak Akselerasi. Semoga bermnafaat, jangan lupa baca juga tulisan-tulisan cara dan tips lomba dalam website ini;
  1. Cara Juara Kelas [Ranking 10 Besar Di Kelas]
  2. FOKUS dan AKSI, Mengantarkanku Menjadi Juara I
  3. 8 Cara Juara Lomba Akademik dan Non Akademik [Lengkap]
  4. Banting Setir “Lomba Biologi” Membuahkan Hasil “Pada Juara OSN Astronomi” [Inspirasi]


EmoticonEmoticon